Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35 di Jombang

Business126 Views

Besok Prabowo dijadwalkan tiba di Jombang untuk menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Acara ini digelar di kota yang dikenal sebagai pusat pesantren besar, sehingga kehadirannya langsung menarik perhatian banyak kalangan. Jadwal kedatangan presiden itu sudah dikonfirmasi pihak kepresidenan dan panitia muktamar.

Selama kunjungan, Prabowo juga dijadwalkan menyampaikan pidato singkat. Ia sebelumnya pernah menyatakan bahwa Indonesia akan bangkit dan tidak ada kekuatan yang bisa menghalangi. Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan karena disampaikan di forum NU yang dihadiri ribuan kiai dan santri dari seluruh Indonesia.

Perjalanan Prabowo ke Jawa Timur dilakukan dengan pesawat khusus. Ia terbang langsung dari Jakarta menuju bandara terdekat sebelum melanjutkan perjalanan darat ke lokasi muktamar. Keamanan dan protokol acara sudah disiapkan matang oleh tim gabungan TNI-Polri bersama panitia NU.

Di hari yang sama, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Pemilihan ini berlangsung melalui mekanisme yang sudah ditetapkan organisasi. Gus Kikin dikenal memiliki latar belakang kuat di lingkungan pesantren dan pernah memimpin beberapa lembaga di bawah NU.

Kehadiran kepala negara di penutupan muktamar biasanya menjadi sinyal dukungan terhadap organisasi masyarakat sipil terbesar di Indonesia. NU sendiri selama ini berperan penting menjaga stabilitas sosial dan menyebarkan paham Islam moderat. Kunjungan semacam ini juga memberi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi dari basis massa yang sangat luas.

Salah satu konteks penting adalah posisi NU sebagai organisasi yang konsisten mendukung NKRI sejak awal berdirinya. Kehadiran Prabowo bisa dilihat sebagai upaya memperkuat hubungan antara negara dan komunitas pesantren di tengah berbagai tantangan sosial-ekonomi saat ini.

Selain itu, muktamar kali ini juga membahas program kerja lima tahun ke depan yang mencakup pendidikan, ekonomi umat, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil pemilihan Gus Kikin diharapkan membawa NU semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Secara keseluruhan, kombinasi kehadiran presiden dan pergantian kepemimpinan membuat muktamar tahun ini cukup dinamis. Banyak pihak menunggu bagaimana arah baru NU di bawah Gus Kikin akan berinteraksi dengan pemerintah pusat dalam beberapa tahun mendatang.