Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menekankan pentingnya menghargai jerih payah petani Indonesia. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang mengeluhkan harga beras sebaiknya mencoba sendiri menanam padi untuk memahami prosesnya. Pernyataan ini muncul saat kunjungan ke berbagai lokasi panen raya yang melibatkan petani dan dukungan TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tampak antusias berbincang dengan para petani. Ia memuji ketekunan mereka dalam menghadapi tantangan cuaca dan lahan yang tidak selalu bersahabat. Banyak petani mengaku merasa didukung karena pemerintah terus mendorong program ketahanan pangan nasional.
Salah satu konteks yang perlu dicatat adalah peran program panen raya bersama TNI dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah seperti Jambi dan Sulawesi Selatan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produksi padi lokal, tetapi juga membangun sinergi antara militer dan masyarakat sipil untuk mendukung swasembada beras.
Selain itu, pernyataan Prabowo ini berpotensi memengaruhi cara masyarakat memandang fluktuasi harga beras. Dengan mengajak orang merasakan langsung proses bertani, diharapkan muncul apresiasi lebih besar terhadap kebijakan pertanian yang sedang dijalankan pemerintah saat ini.
Secara keseluruhan, pendekatan ini mencerminkan upaya membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani semata, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia ke depan.





