Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ini Pengganti yang Disebut Bisa Dijewer

Business265 Views

Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional. Keputusan ini langsung menarik perhatian karena BGN merupakan lembaga baru yang ditugaskan menangani program gizi nasional di era pemerintahan Prabowo.

Dalam pernyataannya, Nanik menyebut penggantinya adalah sosok yang sudah ia kenal dekat dan bisa ia “jewer” kalau sampai ada penyimpangan. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya siap menerima tugas baru dari Prabowo selama tidak berurusan dengan uang, karena merasa trauma berat dengan hal tersebut.

Pergantian ini terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan program gizi, termasuk penanganan stunting yang masih menjadi prioritas. Kepemimpinan yang stabil di BGN dinilai penting agar program-program yang sudah dirancang bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut.

Nama Sudaryono muncul sebagai kandidat kuat pengganti. Ia dianggap mampu melakukan terobosan karena latar belakangnya yang dekat dengan lingkaran Prabowo dan memiliki pengalaman dalam koordinasi lintas kementerian. Kehadiran figur seperti ini diharapkan bisa mempercepat pengambilan keputusan di BGN.

Selain soal pengganti, transisi kepemimpinan ini juga membuka diskusi tentang bagaimana lembaga baru seperti BGN membangun sistem internal yang transparan sejak awal. Pengalaman Nanik yang trauma dengan urusan keuangan menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran di lembaga semacam ini harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Secara keseluruhan, mundurnya Nanik menunjukkan bahwa dinamika di dalam pemerintahan baru masih terus bergerak. Siapa pun yang akhirnya ditunjuk, tantangan utamanya tetap sama: memastikan program gizi nasional bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.