Legislator PDI-P Minta Pemerintah Selidiki Alasan WNI Lepas Kewarganegaraan

Business183 Views

Seorang legislator dari fraksi PDI-P menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya fokus mencari akar masalah mengapa sejumlah WNI memutuskan melepaskan kewarganegaraannya. Pendekatan menaikkan tarif saja dinilai tidak cukup menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, kebijakan yang hanya menyasar aspek biaya justru berpotensi mengabaikan faktor-faktor mendasar di balik keputusan tersebut. WNI yang memilih lepas kewarganegaraan sering kali memiliki alasan yang beragam, mulai dari peluang ekonomi hingga kondisi sosial di dalam negeri.

Dalam konteks teknologi, tren ini bisa berdampak pada ketersediaan talenta digital Indonesia. Banyak profesional IT yang bekerja secara remote untuk perusahaan luar negeri mulai mempertimbangkan opsi pindah kewarganegaraan demi kemudahan administratif dan pajak. Jika tidak ditangani, Indonesia berisiko kehilangan kontribusi dari generasi muda yang mahir teknologi.

Selain itu, fenomena ini juga berkaitan dengan semakin maraknya program citizenship by investment di berbagai negara. Negara-negara tersebut menawarkan jalur cepat bagi investor dan profesional berkualifikasi tinggi, termasuk dari bidang teknologi. Hal ini membuat WNI yang sudah mapan di luar negeri semakin mudah mempertimbangkan opsi tersebut.

Pemerintah perlu melakukan pendekatan yang lebih komprehensif, misalnya dengan memperbaiki ekosistem bisnis teknologi dalam negeri. Insentif pajak yang lebih ramah bagi startup dan pekerja lepas digital bisa menjadi salah satu langkah awal. Selain itu, transparansi dalam proses administrasi kewarganegaraan juga penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat.

Langkah selanjutnya yang disarankan adalah membuka ruang dialog dengan komunitas diaspora Indonesia, khususnya yang bergerak di sektor teknologi. Dengan mendengarkan langsung aspirasi mereka, pemerintah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apa yang sebenarnya mendorong keputusan lepas kewarganegaraan.

Pada akhirnya, solusi yang efektif bukan hanya soal menyesuaikan tarif, melainkan menciptakan kondisi yang membuat WNI merasa nyaman untuk tetap mempertahankan kewarganegaraannya sambil tetap berkontribusi di bidang yang mereka geluti.